RSS

Rhythm Pada Gitar

09 Oct

– Rhythm adalah 80% dari seluruh permainan gitar yang anda lakukan, sisanya adalah main Lead Gitar. Jadi berikan perhatian dan keseriusan yang pantas untuk permainan Rhythm anda.

Sebagai pemain Trio, saya sudah terbiasa bermain Rhythm seakan akan saya adalah dua gitaris sekaligus. Disatu sisi saya akan menjaga tempo dengan memainkan “Skank” ( backbeat chord stabs ) di beat 2 dan 4 untuk menambah “Impact” dari Snare Drum.
Backbeat ini sangat penting dan cukup dilakukan dengan volume yang tidak terlalu menonjol karena tugasnya adalah mempertegas Snare Drum saja.

Musik musik di Indonesia hampir seluruhnya tidak pernah menyadari pentingnya mempertegas Backbeat dengan menempel Snare Drum dengan alat musik rhythm seperti gitar atau piano.
Musik Indonesia umumnya hanya memiliki Snare Drum yang “alone”, berbunyi sendiri di 2 dan 4 dengan lemas tanpa aksen sama sekali, sehingga hanya berkesan sebagai sambil lalu numpang lewat.

Mungkin karena memainkan “Skank” khusus di beat 2 dan 4 bagi musisi Indonesia adalah suatu perbuatan yang terlalu gampang dilakukan sehingga tidak dimainkan.
Padahal musik musik di jaman “Motown” yang menjadi pendahulu dari semua musik musik modern, itu sangat mementingkan “Backbeat skank”.
Sehingga khusus untuk “itu” dipakai 3 gitar dengan voicing yang masing masing berbeda hanya untuk memainkan “Backbeat Skank” dan di Mixed hanya secara samar samar.
Tapi, dudes, jika tracks “Skank” itu di “mute” maka seluruh musik langsung hilang energi-nya.

Ini meng-ilustrasi-kan betapa pentingnya peran dari Sang Dewa Musik yang disebut “Backbeat” itu. Seluruh musik musik kontemporer modern pop radio saat ini berasal dari pengaruh musik musik kulit hitam yaitu Blues, Rhythm N Blues, Soul, Funk etc.
Manusia kulit hitam mempunyai beat alami dalam jiwa mereka yang sangat “Backbeat” dengan aksen di 2 dan 4. Itu adalah dasar dari rhythm musik modern.
Berbeda dengan Bule Kulit Putih yang selalu aksen di “Down Beat” yaitu beat 1 dan 3 ( Classical Music ), kaum “Blacks” meng-aksen di “Off Beat” yaitu di beat 2 dan 4 atau “Diatas”.

Jadi, mengapa di Indonesia, Backbeat itu hampir selalu tidak dipertegas dengan alat musik rhythm lainnya ? Mengapa semua bunyi Snare Drum di Indonesia itu hampir selalu hanya sendiri kesepian tanpa ada alat musik lain yang turut menemani ? Mengapa ? Why oh why ?

Gitar Rhythm :

Aku selalu main gitar seakan akan dua gitaris yang main sekaligus, menempatkan “Skank” ditempat tempat tertentu yang strategis untuk memperkuat “Groove” sekaligus memperjelas warna dari Harmoni dan Progresi dengan voicing voicing yang tidak ber-orientasi “Root” melainkan melakukan 2nd inversion dengan not 3 pada nada paling rendah.
Not 3 ini hampir selalu di-approach dengan hammer-on dari b3 ( minornya ) untuk yang Bluesy atau hammer-on dari not 2 ke 3 untuk yang nge-Pop.

Menambahkan fill dengan ektensi 6 atau ekuivalen-nya yaitu 13 secara rhytmic sebagaimana kebiasaan para musisi dengan tradisi Americana.
Ad-Lib fills dengan lick lick yang sesuai tradisi lagu yang sedang dimainkan, apa itu R’N’B Motown atau rada rada Nashville Shania Twain atau L.A Pop a’la David Foster, etc etc.

Menempatkan petikan2 “Una Chorda” pada tempat tempat tertentu agar menambah impact dari harmony, a’la Little Wing Hendrix, dlsb-nya.
Semua itu dimainkan sekaligus hanya oleh satu gitar saja, jika anda sudah terbiasa dengan tradisi Power Trio macam Hendrix, maka semua itu sudah jadi “Second Nature”.

Tapi dengan catatan, jika anda main dengan Keyboard Player maka pakailah kuping anda dan berusaha agar tidak saling rampas merampas kapling didalam bermain musik.
Mudah mudah-an anda tidak bermain dengan Keyboardist yang egois yang umumnya masih pemula itu, yang tidak pernah mau untuk “Lay-Off”.
Pemain handal bermain hanya secukupnya yang diperlukan oleh lagu, karena tunjuk kejagoan bermusik sudah bukan lagi prioritas nya. Kepentingan lagu yang di prioritaskan.

Bagi saya pemain Piano yang saya suka adalah yang punya voicing tangan kiri yang bagus, saya tidak peduli dengan tangan kanan yang nge-fill terus terusan.
Walaupun tangan kanan si Pianist bermain dengan bagus tapi jika tidak ditunjang dengan voicing tangan kiri yang tepat, maka itu semua hanya gertak sambal superficial saja untuk nipu anak anak.

So Dudes, give those backbeats a whack !

SWING IT DUDES : Ada dua macam Rhythm dalam Blues dan Rock N’ Roll seperti yang sering di Demonstrasi-kan oleh The King of Rhythm Guitar Mr.Chuck Berry, yaitu : To Swing or Not To Swing. Jika Beat Pattern Drums yang dimainkan oleh Sang Drummer dibelakang anda itu adalah Beat yang satu ketuknya dibagi “Tiga” ( Shuffle ) maka : Swing Those Rhythm, Dude !
Tapi jika Pattern Drums-nya adalah “Straight 8” satu ketuk dibagi rata 2 atau 4, maka : Don’t Swing, play straight 8.

Seperti di Film “Crossroad” maka “Swing” adalah macam bunyi “Kereta Api”, suatu “Triplet Feel” yang terdiri dari satu ketuk dibagi 3 sementara subdivisi ke-2-nya tidak dimainkan, hanya 1 dan 3.
Check out Rock N’ Roll Rhythm dari Chuck Berry, ada yang Swing dan ada lagu yang Straight 8.

To get down and play the Funky Music, White Boy…Funk adalah Straight 16th, don’t swing.
Begitu juga “Latin Music”, Samba Bossa Merengue etc…just plain Straight 8.

LAID BACK : Jika main Slow Blues maka perlu sekali untuk mendapatkan Feel yang “Laid Back” yang berkesan “Santai”, terseret seret tapi selalu tepat. Perhatikan kebiasaan Drummers handal jika bermain “Laid Back” yaitu bunyi snare drum di beat 4 selalu macam terlambat sepersekian detik dari seharusnya.
Bagi Drummers, beat snare di ketukan 4 selalu dilambatin dikit agar mendapatkan feel yang Laid Back. Jadi “Laid Back” adalah bermain sedikit dibelakang dari beat.
Juaranya “Laid Back” adalah Keith Richards dan Charlie Watts, The Greatest Rock N’ Roll Rhythm Machine on The Earth. Check ’em out and learn what Rhythm is all about.

RHYTHM is GOD : Hal yang paling pertama di rasakan dan dimengerti oleh “Publik Awam” saat menikmati Musik lewat CD atau Radio serta di bawah Panggung Panggung Konser adalah :
IRAMA atau RHYTHM, setelah itu maybe…Chord Progresi-mu atau kecanggihan Superchops-mu. Sebenarnya Publik Awam hanya peduli bagaimana Irama Musik-mu menghentak-kan perasaan mereka, itu yang paling pertama, rhythm section, Dudes !
Makanya cintailah Bassist dan Drummer-mu yang ada dibelakang itu.

Setelah itu mungkin mereka baru peduli bagaimana caranya Gitaris-mu membakar rasa pemberontakan mereka dan setelah itu lagi mungkin bagaimana caranya Vocalist-mu memberikan hiburan pertunjukan Sirkus dipanggung buat mereka.

Jadi Hirarki yang sebenarnya adalah kebalikan dari apa yang kelihatan, bahwa Publik Awam nomor satu ber-reaksi atas permainan Rhythm Section-mu dulu yaitu Drum dan Bass serta Rhythm Guitar, setelah itu baru lain lain-nya.

 
Leave a comment

Posted by on October 9, 2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: